https://www.facebook.com/widiyantoro.laelsa?ref=tn_tnmn *_______________~oooOooo~__________________https://twitter.com/Widiyantoro_Ls

Senin, 25 Juni 2012

RESUME ILMU PENDIDIKAN


RESUME ILMU PENDIDIKAN

BAB I
PERGAULAN SEHARI-HARI DAN GEJALA-GEJALA PENDIDIKAN


A.      PERBEDAAN PERGAULAN DENGAN PROSES PENDIDIKAN
1.      Pengertian pergaulan
Pergaulan adalah kontak langsung antara satu individu dengan lain, atau antara pendidik dan anak didik. Pergaulan merupakans alah satu sarana untuk mencapai hasil pendidikan yang baik.
Pendidikan lunak ini mengalihkan kekuasaan dari pendidik ke tangan anak didik dan ketaatan dari anak didik pindah ke pendidik. Cinta berlebihan timbul antara anak didik dan pendidik.
Aliran pendidikan lunak ini diantu juga oleh M. Montessori dengan semboyannya : Alles von Kunde aus, semua keluar dari anak didik.
2.      Macam-macam pergaulan
Pergaulan dapat di bedakan dalam berbagai dasar, antara lain :
a.       Menurut siapa yang terlibat dalam pergaulan itu maka pergaulan dapat di bedakan menjadi :
1)      Pergaulan anak dengan anak
2)      Pergaulan anak dengan orang dewasa
3)      Peragulan orang dewasa dengan orang dewasa
b.      Dipandang dari bidangnya, maka pergauland apat di bedakan menjadi :
1)      Pergaulan yang bersifat ekonomis
2)      Pergaulan yang bersifat seni
3)      Pergaulan yang bersifat paedagogis
c.       Ditinjau dari pergaulan itu, dapat digunakan rentangan-rentangan untuk membedakannya menjadi :
1)      Pergaulan ekonomis dan tidak ekonomis
2)      Pergaulan seni dan bukan seni
3)      Pergaulan paedagogis dan tidak paedagiogis
Kapankan pergaulan bisa dapat berubah atau dialihkan pergaulan pendidikan? Pergaulan biasa dapat berubah menjadi pergaulan pendidkan , bilamana dalam situasi itu berlangsung suatu pengaruh yang positif yang berasal dari orang tua yang ditunjukan kepada anak didik.
3.      Pentingnya pergauluan dalam pendidikan
Menurut pendapat Dr. M.J Langgeveld, pergaulan itu merupakan ladang atau lapangan yang memungkinakan terjadinya pendidikan. Pendidikan akan terjadi antara orang dewasa dengan orang yang belum dewasa.
4.      Faedah pergaulan
Faedah dari pergaulan adalah :
a.       Pergaulan memungkinkan terjadinya pendidikan
b.      Pergaulan merupakan sarana untuk mawasdiri.
c.       Pergaulan itu dapat menimbilkan cita-cita
d.      Pergaulan itu memberi pengaruh secara diam diam
Anak itu mempunyai sifat suka dan gampang meniru, oleh sebabnya maka pergaulan anak itu harus terus menerus di kontrol, tujuan melakukan pengontrolan itu adalah untuk menjaga agar tidak mendapatkan pengaruh yang jelek dari pergaulan.
5.      Perbedaan pergaulan dengan proses Pendidikan
-          Proses pendidikan
Pendidikan adalah usaha sadar orang dewasa dan disengaja serta bertanggung jawab untuk mendewasakan anak yang belum dewasa dan berlangsung terus menerus.
Kesimpulan :
-          Proses pendidikan menyangkut kegiatan dan lain-lain
-          Proses pendidikan berarti menyangkut tanggung jawab pendidkan
-          Didalam proses pendidikan mengandung unsur :

·         Tujuan
·         Materi
·         Urutan kegiatan
·         Metode
·         Murid/ peserta didik/ anak
·         Guru/ pendidik/ orang tua
·         Penilaian
·         Pendidik harus berperan 4 macam
·         Mengatur proses
·         Melayani
·         Belajar terus

Dengan cara pergaulan sehari-hari, anak merasa dirinya dibawa kepada kedewasaan, pergaulan semacam itulah yang di sebut pergaulan paedagogis.
Syarat pergaulan paedagogis adalah :
1.      Pergaulan antara anak dengan orang dewasa
2.      Didalam pergaulan ada pengaruh
3.      Ada maksud tujuan secara sadar untuk anak ke arah kedewasaan.




BAB II
PENGERTIAN PENDIDIKAN

Pendidikan memiliki definisi yang sangat luas dan dapat dilihat dari berbagai sudut.
1.      Definisi Umum
Pendidikan dapat diartikan sebagai Suatu metode untuk mengembangkan keterampilan, kebiasaan dan sikap-sikap yang diharapkan dapat membuat seseorang menjadi lebih baik.
2.      Kamus Besar Bahasa Indonesia
Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara dan pembuatan mendidik
3.      Menurut Undang-Undang
a.  UU SISDIKNAS No. 2 tahun 1989 : Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan bagi peranannya di masa yang akan datang
b.  UU SISDIKNAS no. 20 tahun 2003: Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
4.      Etimologi (Bahasa)
Bahasa Arab : berasal dari kata Tarbiyah, dengan kata kerja Rabba yang memiliki makna mendidik atau mengasuh. Jadi Pendidikan dalam Islam adalah Bimbingan oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani, rohani dan akal anak didik sehingga bisa terbentuk pribadi muslim yang baik.
Bahasa Yunani : berasal dari kata Pedagogi, yaitu dari kata “paid” artinya anak dan “agogos” artinya membimbing. Itulah sebabnya istilah pedagogi dapat diartikan sebagai “ilmu dan seni mengajar anak (the art and science of teaching children)
5.      Psikologi
Pendidikan adalah Mencakup segala bentuk aktivitas yang akan memudahkan dalam kehidupan bermasyarakat.



BAB III
DASAR DAN TUJUAN PENDIDIKAN

A.      Dasar Pendidikan
Dasar pendidikan adalah pondasi atau landasan yang kokoh bagi setiap masyarakat untuk dapat melakukan perubahan sikap dan tata laku dengan cara berlatih dan belajar dan tidak terbatas pada lingkungan sekolah, sehingga meskipun sudah selesai sekolah akan tetap belajar apa-apa yang tidak ditemui di sekolah. Hal ini lebih penting dikedepankan supaya tidak menjadi masyarakat berpendidikan yang tidak punya dasar pendidikan sehingga tidak mencapai kesempurnaan hidup. Apabila kesempurnaan hidup tidak tercapai berarti pendidikan belum membuahkan hasil yang menggembirakan. Dasar atau landasan pendidikan dapat dilihat dari berbagai segi yaitu :
1.        Pandangan Islam
a.     Al-qur’an.
Al-qur’an merupakan pedoman tertinggi yang manjadi petunjuk dan dasar kita hidup di dunia. Dalam Al-qur’an kita bisa menemukan semua permasalahan hidup termasuk pendidikan dan ilmu pengetahuan.
b.    Hadist
Hadist merupan pedoman kita setalah Al-qur’an, dengan demikian hadist juga merupakan dasar atau elemen dalam pendidikan. Nilai-nilai Sosial kemasyarakatan yang tidak bertentangan dengan Al-qur’an dan Hadist.
2.        Secara Umum
a.    Religius
Merupaken elemen atau dasar pendidikan yang paling pokok, disini ditanamkan nilai nilai agama islam (iman, akidah dan akhlak)  sebagai suatu pondasi yang kokoh dalam pendidikan
b.    Ideologis
Yaitu mengacu kepada ideologi bangsa kita yakni nya pancasila dan berdasarkan kepada UUD 1945. Dan intinya adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
c.    Ekonomis
Pendidikan bisa dijadikan sebagai suatu langkah untuk mendapatkan kehidupan yang layak dan keluar dari segala bentuk kebodohan dan kemiskinan.
d.   Politis
Lebih mengacu kepada suasana politik yang berlansung.
e.    Teknologis
Dunia telah mengalami eksplosit ilmu pengetahuan dan teknologi. Dan bisa dikatakan teknologi sangat memiliki peran dalam kemajuan dunia pendidikan.
f.     Psikologis dan Pedagogis
Tugas pendidikan sekolah yang utama adalah mengajarkan bagaimana cara belajar, mendidik kejiwaan, menanamkan motivasi yang kuat dalam diri anak untuk belajar terus-menerus sepanjang hidupnya dan memberikan keterampilan kepada peserta didik, mengembangkan daya adaptasi yang besar dalam diri peserta didik.
g.    Sosial Budaya
Mengacu kepada hubungan antara individu dengan individu lainnya dalam suatu lingkungan atau masyarakat. Begitu juga hal nya dengan budaya, budaya masyarakat sangat berperan dalam proses pendidikan, karena budaya identik dengan adat dan kebiasaan. Apabila sosial budaya seseorang itu berjalan baik maka pendidikan akan mudah dicapai.

B.       Tujuan Pendidikan
Tujuan Pendidikan akan menentukan kearah mana anak didik akan dibawa. Disamping itu pendidikan berfungsi untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia indonesia.  Tujuan pendidikan dapat dilihat dari dua sudut pandang yaitu menurut islam dan tujuan pendidikan secara umum.
1.      Tujuan Pendidikan Dalam Islam
Tujuan pendidikan islam adalah mendekatkan diri kita kepada Allah dan pendidikan islam lebih mengutamakan akhlak. Secara lebih luas pendidikan islam bertujuan untuk

·           Pembinaan Akhlak
·           Penguasaan Ilmu
·           Keterampilan bekerja dalam masyarakat
·           Mengembangkan akal dan Akhlak
·           Pengajaran Kebudayaan
·           Pembentukan kepribadian
·           Menghambakan diri kepada Allah
·           Menyiapkan anak didik untuk hidup di dunia dan akhirat

1.         Tujuan Pendidikan Secara Umum
Tujuan pendidikan secara umum dapat dilihat sebagai berikut:
1.    Tujuan pendidikan terdapat dalam UU No2 Tahun 1985 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia yang seutuhnya yaitu yang beriman dan dan bertagwa kepada tuhan yang maha esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan kerampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan berbangsa.
2.    Tujuan Pendidikan nasional menurut TAP MPR NO II/MPR/1993 yaitu  Meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, cerdas, kreatif, terampil, berdisiplin, beretos kerja profesional serta sehat jasmani dan rohani. Pendidikan nasional juga harus menumbuhkan jiwa patriotik dan memepertebal rasa cinta tanah air, meningkatkan semangat kebangsaan dan kesetiakawaan sosial, serta kesadaran pada sejarah bangsa dan sikap menghargai jasa para pahlawan, serta berorientasi masa depan.
3.    TAP MPR No 4/MPR/1975, tujuan pendidikan adalah membangun di bidang pendidikan didasarkan atas falsafah negara pancasila dan diarahkan untuk membentuk manusia-manusia pembangun yang berpancasila dan untuk membentuk manusia yang sehat jasmani dan rohaninya, memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat mengembangkan kreatifitas dan tanggung jawab dapat menyuburkan sikap demokratis dan penuh tenggang rasa, dapat mengembangkan kecerdasan yang tinggi dan disertai budi pekerti yang luhur, mencintai bangsanya dan mencintai sesama manusia sesuai dengan ketentuan yang termaktub dalam UUD 1945.


BAB IV
PENGERTIAN DAN ALAT-ALAT PENDIDIKAN

B.       Pengertian Jenis-Jenis Alat Pendidikan
Dalam praktek pendidikan, istilah alat pendidikan sering diindentikkan dengan media pendidikan, walaupun sebenarnya pengertian alat lebih luas dari pada media. Namun yang dimaksud disini adalah alat pendidikan bukan media pendidikan.
Alat pendidikan adalah langkah-langkah yang diambil demi kelancaran proses pelaksanaan pendidikan . jadi alat pendidikan itu berupa usaha dan perbuatan yang secara konkrit dan tegas dilaksanakan, guna menjaga agar proses pendidikan bisa berjalan dengan lancar dan berhasil . Namun secara umum, alat pendidikan adalah segala sesuatu yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan .
Sementara itu, Ahmad D. Marimba memandang alat pendidikan dari aspek fungsinya, yakni ; alat sebagai perlengkapan, alat sebagai pembantu mempermudah usaha mencapai tujuan, alat sebagai tujuan untuk mencapai tujuan selanjutnya. menurut pendapat ini, alat pendidikan bisa berupa usaha/perbuatan atau berupa benda/perlengkapan yang bisa memperlancar/mempermudah pencapaian tujuan pendidikan.

C.      Jenis-jenis alat pendidikan
Mengenai alat-alat pendidikan, kita dapat memedakan alat-alat pendidikan ke dalam dua golongan yaitu:
a.    Alat pendidikan preventif
Alat pendidikan preventif ialah alat pendidikan yang bersifat pencegahan. Tujuan alat pendidikan preventif itu diadakan jika maksudnya mencegah anak sebelum ia berbuat sesuatu yang tidak baik . Dan untuk menjaga agar hal-hal yang dapat menghambat atau mengganggu kelancaran dari proses pendidikan bisa dihindarkan. Misalnya, tata tertib, anjuran dan perintah, larangan dan paksaan.
b.    Alat pendidikan represif
Alat pendidikan represif disebut juga alat pendidikan kuratif atau alat pendidikan korektif. Alat pendidikan represif bertujuan untuk menyadarkan anak kembali kepada hal-hal yang benar, yang baik dan tertib. Alat pendidikan represif diadakan bila terjadi sesuatu perbuatan yang dianggap bertentangan dengan peraturan-peraturan, atau sesuatu perbuatan yang dianggap melanggar peraturan. Misalnya, pemberitahuan, teguran, hukuman dan ganjaran .
Namun ada pendapat lain yang mengatakan bahwa alat pendidikan dibagi ke dalam tiga bagian :
1. Alat-alat yang memberikan perlengkapan berupa kecakapan berbuat dan pengetahuan hafalan. Alat-alat ini dapa disebut alat-alat untuk pembiasaan.
2. Alat-alat untuk memberi pengertian; membentuk sikap, minat dan cara-cara berfikir.
3. Alat-alat yang membawa ke arah keheningan batin, kepercayaan dan pengarahan diri sepenuhnya kepada-nya.





BAB V
LEMBAGA PENDIDIKAN
A.      Pendidikan formal
Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Pendidikan formal terdiri dari pendidikan formal berstatus negeri dan pendidikan formal berstatus swasta.
Satuan pendidikan penyelenggara :



B.       Pendidikan Non Formal
Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Hasil pendidikan nonformal dapat dihargai setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah dengan mengacu pada standar nasional pendidikan.
1.      Sasaran
Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat.


2.      Fungsi
Pendidikan nonformal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional.
3.      Jenis
Pendidikan nonformal meliputi pendidikan kecakapan hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja. Pendidikan kesetaraan meliputi Paket A, Paket B dan Paket C, serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik seperti: Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, majelis taklim, sanggar, dan lain sebagainya, serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik.
4.      Satuan pendidikan penyelenggara


Kursus dan pelatihan diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup, dan sikap untuk mengembangkan diri, mengembangkan profesi, bekerja, usaha mandiri, dan/atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.


BAB VI
DASAR, TUJUAN DAN SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL

 “Sistem pendidikan nasional adalah satu keseluruhan yang terpadu dari semua satuan dan kegiatan pendidikan yang berkaitan tujuan pendidikan untuk mengusahakan tercapainya tujuan pendidikan nasional”
Sistem pendidikan nasional merupakan permasalahan dari pengertian sistem pengajaran nasional yang termasuk dalam UUD 1945 Bab XIII Pasal 31 Ayat 2.
v  Dasar Pendidikan Nasional
1.      Pancasila
2.      UUD 1945
3.      Dasar Operasional
4.      Dasar Sosio Budaya
v  Tujuan Pendidikan Nasional
Tujuan pendidikan bagi suatu bangsa titik startnya adalah pandangan hidup dan titik finishnya adalah tercapainya keperibadian hidup yang dicita-citakan.
Tujuan pendidikan dalam Negara Indonesia itu sebagai mana bermaksud dalam UUD 1945 yang berbunyi bahwa Negara Indonesia berkeinginan agar dapat mencerdaskan kehidupan bangsa.  Kecerdasan disini bukan saja cerdas dalam arti menyerap ilmu pengetahuan, akan tetapi cerdas pula dalam bertindak dan berbuat, cerdas dalam spiritual.

BAB VII
TINJAUAN PENDIDIKAN
A.      Tinjauan Dari Aspek Psikologis
Tugas pendidikan terutama memberi bimbingan agar pertumbuhan dan perkembangan anak dapat berlangsung secara wajar dan optimal.agar tindakan pendidikan yang dilaksanakan dapat berhasil guna dan dan daya guna,maka pendidik harus mengetahui tentang hukum dasar perkembanga kejiwaan manusia.
1. Tiap anak miliki sifat kepribadian yang unik.sifat kepribadian anak terbentuk karena peranan tiga faktor diantaranya :
a.faktor heriditas
b.faktor invironment meliputi :

v  Lingkungan dalam
v  Lingkungan phisik
v  Lingkunga sosial
v  Lingkungan budaya
v  Lingkungan spiritual

c.faktor self
2. Tiap anak mempunyai kecerdasan berbeda
Perbedaan satu dengan yang lain,disebabkan adanya perbedaan kepribadian dan karena berbeda intelegensi atau dengan yang lain.kecerdasan masalah penting bagi pendidikan di dunia.maka dari itu pendidik harus mengetaahui hal tersebut.
B.Proses pendidikan autoaktivitas
1.Motivasi
2.kebutuhan Manusia
Kebutuhan akan tercapai sesuai dengan tingkatan dan makna berbeda.menurut maslow kebutuhan mempunyai tingkatan-tingkatan berbeda diantaranya :

a)      Psiological need
b)      Safety need
c)      Needs for belong ing love
d)     Need for esteem
e)      Needs for self actualization
f)       Needs to know ang understand
g)      Aesthetic needs


B. Tinjauan dari aspek sosiologis
a. Pendidikan sebagai persiapan untuk hidup dimasayarakat
Manusia adalah makhluk sosial.dengan demikian manusia suka hidup beragaul dan berinteraksi dengan yang lainya.salah satu dari sekian banyak tujuan pendidikan yang disebutkan oleh banyak ahli pendidikan,adalah bahwa mendidik bertujuan untuk membimbing anak agar dapat hidup serasi dengan masyarakat hidupnya.gadi yang penting disini adalah membekali kemampuan kepada anak didik agar anak dapat menyusaikan diri daengan masyarakat sekitarnya.didalam masyarakat memangh terdapat banyak tata kehidupan yang satu dengan yang lainya.maka dari semuanya itu kita sebagai pendidik harus memperhatikan dan membimbng  kehidupan kepada anak didik supaya tidak keluar dari jalur kaidah pendidikan yang benar sesuai dengan norama-norama yang ada.
b.Pendidikan membina agen pembangun masyarakat.
Pembangunan hakikatnya adalah suatu usaha untuk bergerak majunya masyarakat.dari bab  B menrangkan tentang agen pembangunan masyarakat,siapakah agen pembanguanan tersebut kalu bukan anggota masyarakatnya sendiri.
Anggota masyarakat itu biasanya dapat digolngkan menjadi dua yaitu :
  1. bersikap statis
  2. bersifat menghendaki hal-hal yang baru,yang maju.
c.pendidikan dan kesadaran manusia
d.pendidikan dan pelestarian pancasila
Seperti diketahui,pelestarian pancasila itu dapat dilaksanakan lewat tiga jalur,yaitu :
  • jalur pendidikan
  • jalur media masa
  • jalur organisasi politik
c.pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.
1.Tujuan pendidikan Indonesia
Tujuan tersebut telah diatur oleh pemerintah pada :
  • undang –undang 1945 pasal 31 aayat 1 dan 2
  • undang-undang No.4 tahun 1950 jo nomor tahun 1954
2.Pasal 3 UUPP tahun 1954
3.karena individu tidak cakap,tidak akan menjadikan sejahtera dan kemakmuran bangsanya.
4.dengan demikian setiap warga Indonesia harus :
v  Susila
v  Cakap
v  Demokratis
v  Beranggung jawan terhadap kesejahteraan tanah air


BAB VIII
PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP ( LIFE LONG EDUCATIONS )

1.      Ahli-ahli pendidikan menggunakan istilah ADULT EDUCATION dan OUT OF SCHOOL EDUCATION.
Istilah education berbeda dengan konsep pendidikan seumur hidup sebab:
a.       Istilah tersebut menunjukan pada suatu bentuk pendidikan padahal pendidikan seumur hidup merupakan asas pendidikan.
b.      Istilah tersebut mencerminkan bahwa pendidikan itu bersifat terminal.
c.       Istilah “out of scool education” menunjukan suatu bentuk program pendidikan diluar system pendidikan formal yang bercorak vokasional dan ditujukan kepada para pemuda.
2.      dalam kepustakaan digunakan istilah : CONTINUING EDUCATION, EDUCATION PERMENENTE, FUTHER EDUCATION dan REGUR RENT EDUCATION. Digunakan untuk menunjukan proses pendidikan it uterus berlangsung sesudah seseorang menyelesaikan program pendidikan formaldi sekolah.
3.      OLAP FALME mentri pendidikan Swedia dalam komperensi mentri-mentri pendidikan tahun 1960 se Eropa ke-6 di Versailles,istilah RRECURRENT EDUCATION dipakai untuk menunjukan keseluruhan proses pendidikan yang terjadi setelah seseorabg nengakhiri pendidikan formalnya.
                                 
Dari beberapa istilah tersebut dapat disimpulkan bahwa :
a)      Konsep pendidikan seumur hidup (life long education) tidak diganti dengan beberapa istilah dimuka secara memuaskan.
b)      Pendidikan seumur hidupitu suatu asas bahwa proses pendidikan itu kontinu sejak manusia itu dilahirkan sampai akhir hayatnya.
c)      Proses pendidikan seumur hidup mencangkup bentuk-bentuk secara informal dan formal yang berlangsung dikeluarga, sekolah, tempat kerja dan dikehidupan masyarakat.
d)     Konsep pendidikan seumur hidup lebih lengkap bila dirumuskan dengan LIFE LONG INTEGRATED EDUCATION.

BAB IX
MASALAH UMUM DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA

Kualitas pendidikan di Indonesia memang masih sangat rendah bila di bandingkan dengan kualitas pendidikan di negara-negara lain. Hal-hal yang menjadi penyebab utamanya yaitu efektifitas, efisiensi, dan standardisasi pendidikan yang masih kurang dioptimalkan. Masalah-masalah lainya yang menjadi penyebabnya yaitu:
(1). Rendahnya sarana fisik,
(2). Rendahnya kualitas guru,
(3). Rendahnya kesejahteraan guru,
(4). Rendahnya prestasi siswa,
(5). Rendahnya kesempatan pemerataan pendidikan,
(6). Rendahnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan,
(7). Mahalnya biaya pendidikan.
Adapun solusi yang dapat diberikan dari permasalahan di atas antara lain dengan mengubah sistem-sistem sosial yang berkaitan dengan sistem pendidikan, dan meningkatkan kualitas guru serta prestasi siswa.


BAB X
PENDIDIKAN SOSIAL DAN ALIRAN-ALIRAN DALAM PENDIDIKAN

  1. PENDIDIKAN SOSIAL
1)      Manusia Adalah Makhluk Sosial
Bahwa manusia dalam masa anak-anak banyak memerlukan pemeliharaan orang lain. Serta oaring dewasa cenderung untuk memelihara dan menolong kepada yang lebih muda. Juga untuk berkumpul dan bekerja sama dengan orang-orang dewasa yang lain. Sehinga manusia itu tidak dapat hidup dalam golongan-golongan.
2)      Lingkungan Sosial Dan Pendidikan Sosial
Bahwa angka itu dibesarkan di tengah-tengah berbagai kumpulan, artinya anak itu dipenuhi oleh anggota-anggota keluarga, teman-teman sepermainan oleh lingkungan keluarga.
            Lingkungkungan social adalah setiap orang yang berhubungan dengan anak itu. Pengaruh lingkungan social itu adalah pendidikan.yang kita maksud dengan pendidikan itu adalah pengaruh-pengaruh yang yang disengaja dari angota anggota-anggota beberapa golongan. Misalnya: pengaruh dari orang tua,, nenek /kakek serumah, pengaruh guru.
3)      Pendidikan Sosial dalam Keluarga
4)      Pendidikan social disekolah

  1. ALIRAN-ALIRAN DALAM PENDIDIKAN
1.      Nativisme (pembawaan)
Di pelopori oleh Schopenhauer, berkeyakinan bahwa anak yang baru lahir membawa bakat, kesanggupan dan sifat-sifat tertentu. Bahwa perkembangan manusia dalam hidup masyarakat itu tergantung kepada pembawaan sehingga pengaruh dunia sekitar sedikit sekali. Orang akan menjadi ahli agama, pelukis, guru itu semuanya semata-mata karena pembawaan, lingkungan/pendidikan.
2.      Empirisme
Adalah suatu aliran yang mengangap bahwa manusia itu dalam hidup dan perkembangan pribadinya semata-mata ditentukan oleh dunia luar. Sedangkan pengaruh dari dalam (factor keturunan) dianggap tidak ada. Pelopor aliran ini adalahj John locke dengan teorinya Tabula Rasa.
3.      Konvergen
Merupakan kompromi atau kombinansi dari pada navitisme dan empirisme tersebut. Ia mengatakan bahw pertumbuhan dan perkembangan manusia itu adalah tergantung 2 faktor yaitu :
1.      factor bakat/ pembawaan
2.      factor lingkungan, pengalaman,/pendidikan










PENUTUP


              Demikian resume yang dapat saya selesaikan dari 10 sub bab dari mata kuliah Ilmu Pendidikan semoga bermanfaat bagi semua pembaca khususnya bagi mahasiswa STIT Brebes sebagai salah satu sarana belajar yang simpel dan mudah di dapat.
             
              Resume ini di ambil dari berbagai pertemuan kuliah ilmu pendidikan yang biasa di kaji pada hari kamis dan mengambil dari salah satu buku Ilmu Pendidikan yang di karang oleh Drs. Abu Ahmadi yang terdiri dari 299 halaman.

              Penulis menyadari bahwa penulisan resume ini masih banyak kekurangannya, oleh karena itu saya mengharapkan kritik dan sarannya yang membangun dari pembaca agar penyusun dapat menyusun tugas selanjutnya dengan baik lagi.















DAFTAR PUSTAKA

Drs.Abu Ahmadi, Ilmu Pendidikan, CV.Toha Putra, Semarang, 1978, hal.95.
UU No.20/2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional
PP No. 19/2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan
Permendiknas No. 45/2006 Tentang UN Tahun Ajaran 2006/2007.
Pidarta, Prof. Dr. Made. 2004. Manajemen Pendidikan Indonesia. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Sayapbarat.wordpress.com/2007/08/29/masalah-pendidikan-di-indonesia.





















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar